1.1
Difinisi
audit
Definisi
Auditing
“Report of the Committee on Basic Auditing
Concepts of the American Account Association” (Accounting
Review, vol.47) memberikan definisi auditing sebagai :
“suatu
proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif
mengenai asersi – asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan
menetapkan derajat kesesuaian antara asersi – asersi tersebut dengan kriteria
yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil – hasilnya kepada
pihak – pihak yang berkepentingan”.
Beberapa
ciri penting yang ada dalam definisi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut ;
a.
Suatu
proses sistematisberupa
serangkaian langkah atau prosedur yang logis, terstruktur, dan terorganisir.
b.
Memperoleh
dan mengevaluasi bukti secara objektif berarti
memeriksa dasar asersi serta mengevaluasi hasil pemeriksan tersebut tanpa
memihak dan berprasangka, baik untuk atau terhadap perorangan (atau entitas)
yang membuat asersi tersebut.
c.
Asersi
tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi merupakan
representasi yang dibuat oleh perorangan atau entitas. Asersi ini merupakan
subjek pokok auditing. Asersi meliputi informasi yang dimuat dalam laporan
keuangan, laporan operasi intern, dan surat pemberitahuan pajak (SPT).
d.
Derajat
kesesuaian menunjuk pada kedekatan dimana asersi dapat diidentifikasi dan
dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Ekspresi kesesuaian ini
dapt berbentu kuantitas, seperti jumlah kekurangan dana kas kecil, atau dapat
juga berbentuk kualitatif, seperti kewajaran (atau keabsahan) laporan keuangan.
e.
Kriteria
yang telah ditetapkanadalah
standar – standar yang digunakan sebagai dasar untuk menilai asersi atau
pernyataaan. Kriteria dapat berupa peraturan – peraturan spesifik yang dibuat
oleh badan legislative, anggaran atau ukuran kinerja lainnya yang ditetapkan
oleh manajemen, (GAAP = prinsp – prinsip
yang Akuntansi yang Berlaku Umum) yang ditetapkan oleh Financial
Accounting Standards Board (FASB = Badan Standar Akuntansi Keuangan) serta
badan – badan pengatur lainnya.
f.
Penyampaian
hasil diperoleh
melalui laporan tertulis yang menunjukkan derajat kesesuaian antara asersi dan
kriteria yang telah ditetapkan.
Pihak – pihak yang berkepentinganadalah
mereka yang menggunakan (atau mengandalkan) temuan – temuan auditor. Dalam
lingkungan bisnis, mereka adalah para pemegang saham, manajemen, kreditor,
kantor pemerintah, dan masyarakat luas.
1.2
Propesi
Akuntan Pablik
Menurut
catatan seorang ahli sejarah akuntansi, dikatakan bahwa, “asal usul auditing
dimulai jauh lebih awal dibandingkan dengan asal usul akuntansi. Ketika
kemajuan peradaban membawa pada kebutuhan akan adanya orang yang dalam batas
tertentu dipercaya untuk mengelola harta milik orang lain, maka dipandang patut
untuk melakukan pengecekan atas kesetiaan orang tersebut, sehingga semuanya
akan menjadi jelas”.
Pada awalnya, audit terhadap perusahaan
harus dilakukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang bukan merupakan
pejabat perusahaan, serta mereka yang ditunjuk oleh pemegang saham lainnya
sebagai perwakilan pemegang saham. Profesi akuntansi segera bangkit dengan
cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar serta perundangan yang segera direvisi,
sehingga memungkinakn orang yang bukan pemegang saham dapat melkukan audit. Hal
ini mendorong munculnya berbagai formasi kantor audit.
Bangkitnya Profesi Auditor di A.S.
Pada tahun 1896, Negara bagian New York
menjadi yang petama dalam pembuatan perundangan yang mengatur lisensi CPA. Pada
tahun 1921, empat puluh delapan Negara bagian telah menerbitkan perundangan
serupa. Pada tahun 1917, American
Institute of Accountants didirikan.. institute tersebut kemudian berganti
nama menjadi American Institute of
Certified Public Accountants (AICPA).
Selama awal tahun 1900-an, permintaan
audit menigkat demikian besar sebagai akibat pertumbuhan kepemilikan public
yang sangat cepat ataas sekuritas perusahaan. Bersamaan dengan itu, adanya
kebutuhan akan pelaporan keuangan yang seragam menjadi semakin jelas.
Pada tahun 1932, New York Stock Exchange (NYSE) mengesahkan persyaratan yang
mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar mendapatkan sertifikat audit dari
CPA independen. Terbitnya Securities Art pada
tahun 1933 serta Securities Exchange
Art pada tahun 1934, lebih
meningkatkan permintaan kan jasa audit untuk perusahaan – perusahaan yang
dimiliki public.
Pada tahun 1940-an secara perlahan telah
terjadi tiga perubahan penting atas praktif audit, yaitu :
1. Suatau pergeseran dari verifikasi rinci atas
akun –akun menjadi penarikan sampel atau pengujian sebagai dasar untuk
memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.
2. Pengembangan praktik mengaitkan pengujian yang
akan dilakukan pada evaluasi auditor atas pengendalian intern perusahaan.
3. Mengurangi penekanan atas deteksi kecurangan
sebagai tujuan audit.
Selama
tahun 1980-an, pengetahuan yang diperlukan pada semua bidang tumbuh cepat.
profesi akuntan publik mengambil langkah lain untuk meyakinkan tinginya mutu
jasa profesional. Profesi akuntan juga mengembangkan standar atestasi baru.
Pada
tahun 1990-an dimulailah tahap transisi untuk industri akuntansi dan auditing.
Saat itu praktik bisnis sedang berubah cepat, dan teknologi informasi
memberikan dampak yang besar pada akuntansi. Teknologi telah menyediakan lebih
banyak informasi bagi para pembuat keputusan.
Memandang
ke Depan
Para
auditor telah mengembangkan reputasi untuk menjadi ahli dalam akuntans keuangan
dan juga ahli dalam memahami faktor – faktor kunci untuk bersaing dalam bisnis
atau industri. Pada tahun – tahun terakhir ini, AICPA telah melaksanakan dua
proyek yang meberikan pandangan masa depan bagi profesi di abad kedua puluh satu.
Pertama, AICPA menjadi sponsor pada
proyek Visi CPA. Oleh karena perusahaan, pemerintah, dan perorangan dipaksa
untuk mempercepat perubahannya sendiri, amaka mereka memerlukan CPA sebagai
tempat bergantung untuk bertahan atau keluar dari keadaan itu.
Kedua, AICPA membentuk Special Comitte on Assurance Services
untuk memberikan rekomendasi yang lebih luas pada jasa berbasis pasar dalam
mengisi kesenjangan pasar guna memperbaiki pengambilan keputusan jasa yang
dibangun atas reputasi yang didapat oleh para auditor berupa pengetahuan
bisnis, integritas, dan objektivitas.
1.3
Jasa
yang Dilaksanakan Kantor CPA
Gambar
1.4 Bidang jasa CPA
![]() |
“Assurance
Services adalah jasa profesional independen yang mampu
meningkatkan mutu informasi, atau konteksnya, untuk kepentingan para pengambil
keputusan.”
Auditing adalah salah satu jasa kunci
yang termasuk dalam lingkup luas assurance services. Kenyataannya, jasa
audit telah menjadi dasar di mana lingkup yang luas dari jasa atestasi dan
assurance services sedang dikembangkan. Berikut adalah pembahasan tentang
aspek-aspek kunci dari assurance services.
Salah satu aspek kunci tersebut adalah
konsep independensi. Para pengguna jasa sangat mengandalkan independensi
CPA serta dapat menarik manfaat yang benilai dari kenyataan bahwa CPA bersifat
tidak memihak dan objektif.
Konsep jasa profesional meliputi
aplikasi pertimbangan profesional, yang merupakan ciri unik yang dibawa CPA
dalam perikatan. Meskipun kemajuan teknologi informasi dapat mempercepat
pengumpulan atau analisis data, namun teknologi tersebut tidak dapat
menggantikan pertimbangan profesional seorang praktisi.
Assurance services meningkatkan
mutu informasi dengan cara meningkatkan keandalan atau relevansinya. Komite
khusus tersebut memberikan devinisi keandalan dan relefansi sebagai berikut.
a. Keandalan meliputi penyajian yang jujur,
netralitas, konsistensi antarperiode.
b. Relevansi meliputi dapat dipahami, dapat
diperbantingkan dengan entitas lain, dapat digunakan, dan kelengkapan.
Beberapa
contoh assurance services adalah sebagai berikut:
1. Jasa penilaian risiko, di mana CPA dapat
meningkatkan mutu informasi risiko untuk para pengambil keputusan internal
melalui penilaian independen mengenai kemungkinan suatu peristiwa atau tindakan
dan berpengaruh buruk pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan bisnis
serta melaksanakan strateginya dengan berhasil.
2. Jasa penilaian kinerja berfokus pada pemberian
keyakinan berkenaan dengan penggunaan ukuran-ukuran keuangan dan nonkeuangan
oleh organisasi untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi kegiatan.
3. Assurance perawatan lansia merupakan jasa
potensial di mana para CPA dapat menyediakan jaya yang bernilai bagi anggota
keluarga dengan cara memberikan keyakinan bahwa tujuan pemeliharaan dapat
tercapai untuk para anggota keluarga berusia lanjut yang tidak lagi dapat
mandiri sepenuhnya. Tujuan jasa ini adalah untuk memberikan pihak ketiga (anak,
anggota keluarga, atau piha lain yang berkepentingan) bahwa kebutuhan para
lansia dapat terpenuhi.
Jasa
Akuntansi dan Komplikasi
Kantor CPA mungkin mendapat tugas dari
klien untuk melaksanakan jasa akuntansi (accounting services)
yang beragam. Termasuk dalam jasa ini adalah menyusuk pembukuan manual ataupun
yang telah diotomatisasi, membuat jurnal, membukukan ayat jurnal penyesuaian,
serta menyiapkan dan menyusun laporan keuangan. Yang terakhir juga dikaitkan
dengan jasa komplikasi (compilation services). Ketika CPA
melakukan kompilasi atas seberkas laporan keuangan, CPA tidak memberikan
keyakinan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai
GAAP.
Jasa Atestasi
Jasa
atestasi (attest services) merupakan salah satu jasa di mana kantor CPA
mengeuarkan komunikasi tertulis yang menyatakan suatu kesimpulan tentang
keandalan asersi tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain. Selanjutnya
jasa atestasi ini dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu audit, pemeriksaan, review,
dan prosedur, seperti berikut ini.
Audit
Contoh utama dari jasa audit (audit
services) adalah audit laporan keuangan. Jenis audit ini meliputi upaya
memperoleh dan mengevaluasi bukti yang mendasari laporan keuangan historis yang
memuat asersi yang bibuat oleh menejmen
entitas. Berdasarkan audit tersebut, CPA memberikan pernyataan pendapat
“positif” tentang apakah laporan tersebut telah menyajikan secara wajar sesuai
dengan kriteria yang telah ditetapkan. Perhatikan bahwa istilah “positif” berarti
pasti atau yakin, termasuk juga untuk keadaan yang kurang menguntungkan, yaitu
ketika bukti-bukti yang diperoleh dalam audit telah membawa CPA pada suatu
kesimpulan yang positif (pasti) bahwa laporan tidak sesuai dengan GAAP. Fokus
utama dari audit adalah menyajikan satu berkas laporan keuangan tahunan yang
menyertai suatu laporan audit tahunan kepada investor dan pengguna lain.
Pemeriksaan
Istilah pemerikasaan (examination)
digunakan untuk menguraikan jasa lain yang muncul dalam pernyataan positif suatu
pendapat tentang kesesuaian asersi yang dibuat oleh pihak lain dengan kriteria
yang telah ditetapkan. Contoh pemeriksaan meliputi pemeriksaan:
1.
Laporan
keuangan prospektif (bukan historis),
2.
Asersi
manajemen tentang efektivitas struktur pengendalian intern entitas, dan
3.
Keputusan
entitas terhadap perundangan dan peraturan tertentu.
Review
Jasa review (review
services) terutama terdiri dari permintaan keterangan dari manajemen
entitas serta anaisis korporatif atas informasi keuangan. Tujuan review adalah untuk memberikan “keyakinan negatif”
sebagai lawan dari pernyataan positif yang diberikan pada suatu audit. Dengan
demikian, daripada menyatakan “tidak menyajikan secara wajar sesuai GAAP”,
suatu laporan yang dibuat berdasarkan review laporan keuangan akan
menyatakan bahwa pe-review “tidak mendaoatkan adanya modifikasi material
yang harus dibuat dalam laporan keuangan agar sesuai dengan GAAP.
Prosedur
yang Disepakati
Lingkup kerja dalam melaksanakan prosedur
yang disepakati (agreedupon procedures) juga lebih sempit
dibandingkan dengan jasa audit dan jasa pemeriksaan. Untuk jenis jasa ini,
kantor CPA dapat menerbitkan suatu “ringkasan temuan”.
Jasa –
Jasa Lain
Jenis utama jasa-jasa lain yang
diberikan oleh kantor CPA adalah jasa teknologi, koonsultasi manajemen,
perencanaan keuangan, serta jasa internasional. Ciri umum dari jasa-jasa ini
adalah bahwa jasa ini tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negative,
ringkasan temuan, atau bentuk lain dari keyakinan. Namun demikian, jasa-jasa
ini dapat diberikan oleh kantor CPA yang sama yang sedang melaksanakan audit.
Jasa Teknologi
CPA
memberikan jasa teknologi (technology services) dalam bentuk
analisis sitem, manajemen informasi, serta pengamanan sistem. Para CPA adalah
tenaga yang ahli dalam mengevaluasi pengendalian intern entitas serta telah
mengembangkan keahliannya dalam membantu klien untuk merancang sistem informasi
dan pengendalian, sistem untuk mendukung perencanaan keuangan, sistem untuk
mendukung kebutuhan pengambilan keputusan lainnya, serta membuat rekomendasi
untuk meningkatkan pengamanan sistem.
Konsultasi Manajemen
Dalam melaksanakan jasa konsultasi manajemen (management
consulting services), para
praktisi mendayagunakan keahlian teknis, pendidikan, dan pengalaman mereka
untuk memebrikan nasihat dan bantuan teknis kepada klien. Jasa ini dapat
membantu klien untuk meningkatkan penggunaan kemampuan dan sumberdaya mereka
dalam mencapai tujuan. Proses konsultasi meliputi perumusan masalah atau
peluang, mencari fakta, mengevaluasi alternatif, merumuskan rencana tindakan,
mengkomunikasikan hasil, menerapkan rencana tindakan, serta tindak lanjut.
Namun konsultan CPA independen harus berhenti sesaat sebelum manajemen membuat
keputusan.
Perencanaan Keuangan
Jasa
perencanaan keuangan (financial planning services) meliputi
segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan pajak dan analisis laporan
keuangan untuk menyusun struktur portofolio investasi serta transaksi keuangan
yang kompleks untuk bisnis.
Internasional
Dengan bertumbuhnya perniagaan secara
elektronik (e-commerce), banyak
perusahaan yang berurusan dengan aspek internasional dari bisnis mereka yang
beberapa tahun sebelumnya tak pernah terbayangkan. CPA menyediakan beragam jasa
intenasional (international services)
seperti perencanaan pajak lintas batas, atau bantuan dalam penyusunan merger
maupun kerja sama multinasional.

No comments:
Post a Comment