1.1
Pengukuran
Return Realisasi
Return Total
Return total merupakan
return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu yang
terdiri dari:
1. Capital gain (loss): merupakan selisih
untung (rugi) dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode yang
lalu. Jika harga investasi sekarang (Pt) lebih tinggi dari harga investasi
periode lalu (Pt-1) berarti terjadi keuntungan modal (capital gain),
dan sebaliknya terjadi kerugian modal (capital loss).
2. Yield: merupakan
persentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi periode tertentu
dari suatu investasi. Untuk saham biasa yang membayar deviden periodik sebesar
Dt rupiah per lembarnya, maka yield adalah sebesar Dt/Pt-1.
Maka rumus dari return
saham dapat ditulis sebagai berikut:
Return saham = Capital Gain (Loss) + Yield
Contoh :
Return total dari
tahun 1990 sampai dengan 1996 dari saham PT ‘A’ yang membayar dividen tahunan
ditunjukkan di Tabel berikut ini.
Tabel 1.1 Contoh
Return Saham PT ‘A’ yang Membayar Dividen.
|
Periode
|
Harga Saham (Pt)
|
Deviden (Dt)
|
Return (Rt)
|
|
1989
|
1750
|
100
|
-
|
|
1990
|
1755
|
100
|
0,060
|
|
1991
|
1790
|
100
|
0,077
|
|
1992
|
1810
|
150
|
0,095
|
|
1993
|
2010
|
150
|
0,193
|
|
1994
|
1905
|
200
|
0,047
|
|
1995
|
1920
|
200
|
0,113
|
|
1996
|
1935
|
200
|
0,112
|
Sebagai ilustrasi
cara perhitungan, ruturn total untuk tahun 1990 dan 1991 dihitung sebagai
berikut :
R1990 =
(1755-1750+100) / 1750
=
0,060 atau 6,00 %
R1991 = (1790
– 1755 + 100) / 1755
=
0,077 atau 7,70 %
Return total dapat
dihitung dari penjumlahan capital gain (loss) dan deviden yield seperti tampak
di tabel berikut ini.
Tabel 1.2 contoh
perhitungan Capital Gain (Loss) dan Devidend Yield dan Return
|
Periode
(1)
|
Capital Gain (Loss)
(2)
|
Dividend Yield
(3)
|
Return
(4) = (2) + (3)
|
|
1990
|
0,0029
|
0,0571
|
0,060
|
|
1991
|
0,0199
|
0,0570
|
0,077
|
|
1992
|
0,0112
|
0,0838
|
0,095
|
|
1993
|
0,1105
|
0,0829
|
0,193
|
|
1994
|
-0,0522
|
0,0995
|
0,047
|
|
1995
|
0,0079
|
0,1050
|
0,133
|
|
1996
|
0,0078
|
0,1042
|
0,112
|
Sebagai ilustrasi,
untuk tahun 1990, capital gain, dividen yield dan total return
dihitung sebesar :
Gain1990 = (1755-1750) / 1750
= 0,0029 atau 0,29 %
Yield 1990 = 100 / 1750 = 0,0571
= 5,71%
R1990 = 0,0029 + 0,0571 = 0,060
atau
6,00%
Return Relatif
Return total dapat
bernilai negatif dan positif. Kadangkala pada perhitungan rata-rata geometrik
dibutuhkan suatu nilai yang positif, maka digunakan return relatif (relative
return) yaitu dengan menambahkan nilai satu terhadap nilai return
total sebagai berikut:
Return Relatif = (Return
Total +1)
Contoh :
Tabel berikut
menunjukkan nilai dari relatif return untuk saham PT ‘A’.
Tabel 1.3 : contoh
Perhitungan Relatif Return
|
Periode (1)
|
Harga Saham (Pt) (2)
|
Dividen (Dt) (3)
|
Return (Rt) (4)
|
Relatif Return (RRt)
(5) = (4) + 1
|
|
1989
|
1750
|
100
|
-
|
-
|
|
1990
|
1755
|
100
|
0,060
|
1,060
|
|
1991
|
1790
|
100
|
0,077
|
1,077
|
|
1992
|
1810
|
150
|
0,095
|
1,095
|
|
1993
|
2010
|
150
|
0,193
|
1,193
|
|
1994
|
1905
|
200
|
0,047
|
1,047
|
|
1995
|
1920
|
200
|
0,113
|
0,113
|
|
1996
|
1935
|
200
|
0,112
|
0,112
|
Untuk tahun 1990,
relatif return di Tabel 1.3 dapat dihitung sebagai berikut :
RR1990 = R1990 + 1
= 0,060 + 1 = 1,060
Atau dengan
menggunakan rumus :
RR1990 = (P1990 +
D1990) / P1989
=
(1755 + 100) / 1750
=
1,060.
Kumulatif Return
Untuk mengetahui total
kemakmuran, indeks kemakmuran kumulatif (cumulative wealth index) yang
dapat mengukur akumulasi semua return muali dari kemakmuran awal (KK0), dapat
digunakan. Rumus IKK adalah sebagai berikut:
IKK = KK0 (1
+ R1) (1 + R2) . . . (1 + Rn)
Keterangan :
IKK : Indeks
kemakmuran kumulatif, mulai dari periode pertama sampai ke n
KK0 :
Kekayaan awal, biasanya digunakan nilai Rp 1
Rt : Return
periode ke–t, mulai awal dari periode (t = 1) sampai ke akhir periode (t = n)
Contoh 1.4 :
Indeks kemakmuran
kumulatif untuk saham PT ‘A’ mulai dari tahun 1989 sampai dengan tahun 1996 tampak
di tabel berikut ini.
Tabel 1.4 : Indeks
Kemakmuran Kumulatif
|
Periode
|
Return
|
Indeks Kemakmuran Kumulatif (IKK)
|
|
1989
|
-
|
1,000
|
|
1990
|
0,060
|
1,060
|
|
1991
|
0,077
|
1,142
|
|
1992
|
0,095
|
1,250
|
|
1993
|
0,193
|
1,492
|
|
1994
|
0,047
|
1,562
|
|
1995
|
0,113
|
1,738
|
|
1996
|
0,112
|
1,933
|
Indeks kemakmuran
kumulatif ini menunjukkan kemakmuran akhir yang diperoleh dalam suatu periode
tertentu. Misalnya dengan membeli saham ‘A’ di akhir tahun 1989, maka pada
akhir akhir tahun 1991, kemakmuran akan menjadi sebesar 114,20% dari kemakmuran
semula. Jika saham ini dipertahankan lagi, maka pada akhir tahun berikutnya
akan menjadi sebesar 125,00% dari nilai semula di akhir tahun 1990 dengan
perhitungan sebagai berikut :
IKK1992 = 1 (1 + 0,060) (1 + 0,077) (1 +
0,095)
=
1,250 atau 125,00%
Return Disesuaikan
Return nominal perlu
disesuaikan dengan tingkat inflasi yang ada. Return ini biasa disebut return
riil (real return) atau return yang disesuaikan dengan inflasi (inflation
adjusted return). Selain itu, diversifikasi internasional semakin dibicarakan,
karena diversifikasi ini dapat menurunkan tingkatb resiko yang sudah tidak
dapat diturunkan lagi akibat diversifikasi domestik. Jika investasi dilakukan
di luar negeri, return yang diperoleh perlu disesuaikan
dengan kurs mata uang yang berlaku sebagai berikut:
R1A = (1+R)/(1+IF) -
1
Keterangan :
R1A :
return disesuaikan dengan tingkat inflasi
R :
return nominal
IF :
tingkat inflasi
Contoh :
Return sebesar 17%
yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jika disesuaikan dengan tingkat
inflasi sebesar 5% untuk tahun yang sama, akan memberikan return riel sebesar :
R1A =[(1 + 0,17) / (1 + 0,05)]
– 1
=
0,11429 atau 11,429%
Rata – Rata Geometrik
Rata-rata geometrik (geometric mean) digunakan
untuk menghitung rata-rata yang memperhatikan tingkat pertumbuhan kumulatif
dari waktu ke waktu. Metode rata-rata geomertrik lebih tepat digunakan untuk
situasi yang harus melibatkan pertumbuhan, sedangkan metode rata-rata
aritmatika lebih tepat digunakan untuk menghitung rata-rata untuk satu periode
yang sama dari banyak return tanpa melibatkan pertumbuhan. Jika rata-rata
geometrik diketahui, indeks kemakmuran kumulatif untuk periode tertentu dapat
dihitung.
Rata-rata geometrik dihitung dengan rumus :
RG = [(1 + R1) (1
+ R2) …(1 + Rn)]1/n – 1
Keterengan :
RG :
rata-rata geometric
Ri :
return untuk periode ke – i
n :
jumlah dari return
Contoh :
Harga dari suatu
saham pada periode ke–0 (periode awal) adalah Rp 500,-. Pada periode
selanjutnya (periode ke–1), harga saham ini meningkat menjadi Rp 600,- dan
turun di periode ke-2 menjadi Rp 550,-. Return untuk masing-masing periode
adalah sebagai berikut :
R1 =
(Rp600,- - Rp500,-) / Rp500.-
=
0,2 atau 20%
R2 = (Rp550,-
- Rp600,-) / Rp600,-
=
-0,083 atau -8,33%
1.2
Return
Eksepektasi
Return
ekspektasi (expected return) adalah return yang diharapkan akan
diperoleh oleh investor di masa mendatang. Berbeda dengan return realisasi
yang sifatnya sudah terjadi, sedangkan return ekspektasi sifatnya belum
terjadi.
Return realisasi
dibutuhkan dalam menilai Return ekspektasi (expected return), Return
saham dalam konteks manajemen investasi merupakan imbalan yang
diperoleh dari investasi yang merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung
resiko atas investasi yang dilakukan.
Return ekspektasian
(expected return) dapat dihitung berdasarkan beberapa cara sebagai berikut ini,
a. Berdasarkan
nilai ekspektasian masa depan
Dengan adanya
ketidakpastian (uncertainty) berarti investor akan memperoleh return dimasa
mendatang yang belum diketahui persis nilainya. Untuk ini, yang akan
diterima perlu diestimasi nilainya dengan segala kemungkinan yang dapat
terjadi. Dengan mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi ini
berarti bahwa tidak hanya sebuah hasil masa depan (outcome) yang akan diantisipasi,
tetapi perlu diantisipasi beberapa hasil masa depan dengan kemungkinan
probabilitas terjadinya. Berurusan dengan uncertainty berarti distribusi
probabilitas dari hasil-hasil masa depan perlu diketahui. Distribusi
probabilitas merupakan satu set dari kemungkinan outcome dengan masing-masing
outcome dihubungkan dengan probabilitas kemungkinan terjadinya. Distribusi
probabilitas ini dapat diperoleh dengan cara estimasi secara subjektif atau
berdasarkan dari kejadian sejenis dimasa lalu yang pernah terjadi untuk
digunakan sebagai estimasi.
Return
ekspektasian dapat dihitung dengan metode nilai ekspektasian (expected value
method) yaitu mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan
probabilitas kejadiannya dan sejumlah semua produk perkalian tersebut. Secara
matematik, return ekspektasian metode nilai ekspektasian (expected value
method).
Contoh :
Berikut ini
merupakan lima buah hasil masa depan dengan probabilitas kemungkinan terjadinya
untuk masing-masing kondisi ekonomi yang berbeda:
|
Kondisi Ekonomi (j)
|
Hasil Masa Depan (Rij)
|
Probabilitas (Pj)
|
|
Resesi
|
-0,09
|
0,10
|
|
Cukup Resesi
|
-0,05
|
0,15
|
|
Normal
|
0,15
|
0,25
|
|
Baik
|
0,25
|
0,20
|
|
Sangat Baik
|
0,27
|
0,30
|
Selanjutnya return
ekspektasian dapat dihitung sebesar:
E(Ri) = Ri1 . p1 + Ri2 . p2 +
Ri3 . p3 + Ri4 . p4 + Ri5 . p5
=
-0,09 (0,10) + -0,05 (0,15) + 0,15 (0,25) + 0,25 (0,20) + 0,27 (0,30)
=
0,125 = 15,20%
b. Berdasarkan
Nilai-Nilai Return Historis
Kenyataannya
menghitung hasil masa depan dan probabilitas merupakan hal yang tidak mudah dan
bersifat subjektif. Akibat dari perkiraan yang subjektif ini, ketidakakuratan
akan terjadi. Untuk mengurangi ketidakakuratan ini, data historis dapat
digunakan sebagai dasar ekspektasi.
Tiga metode dapat
diterapkan untuk menghitung return ekspektasian dengan menggunakan data
historis, yaitu sebagai berikut ini.
1. Metode
rata-rata (mean method)
2. Metode
trend (trend method)
3. Metode
jalan acak (random walk method)
Metode rata-rata
mengasumsikan bahwa return ekspektasian dapat dianggap sama dengan rata-rata
nilai historisnya. Menggunakan rata-rata return historis tidak mempertimbangkan
pertumbuhan dari return-returnnya. Jika pertumbuhan akan diperhitungkan, return
ekspektasian dapat dihitung dengan menggunakan teknik trend. Metode random walk
beranggapan bahwa distribusi data return bersifat acak sehingga sulit digunakan
untuk memprediksi, sehingga diperkirakan return terakhir akan terulang dimasa
depan. Dengan demikian metode ini memprediksi bahwa return ekspektasian akan
sama dengan return terakhir yang terjadi.
Metode sama yang
terbaik tergantung dari distribusi data returnnya. Jika distribusi data return
mempunyai poal trend, maka metode trend mungkin akan lebih baik. Sebaliknya
jika distribusi data returnnya tidak mempunyai pola acak, maka metode rata-rata
atau random walk akan menghasilkan return ekspektasian lebih tepat.
Contoh :
Berikut ini
merupakan lima periode terakhir mingguan historissebagai berikut:
|
Minggu
ke
|
Return
(Ri)
|
|
-5
|
0,30%
|
|
-4
|
0,40%
|
|
-3
|
0,05%
|
|
-2
|
0,20%
|
|
-1
|
0,25%
|
Return-return
ekspektasian dapat dihitung sebagai berikut ini.
1.
Dengan metode rata-rata :
E(Ri) = (0,30 + 0,40 + 0,05 + 0,20 + 0,25)% / 5
= 0,24%
2.
Dengan metode trend dapat ditarik garis
lurus dengan kesalahan terkecil (lihat gambar, dan biasanya lebih tepat
dihitung dengan teknik trend misalnya regresi, rata-rata bergerak dan lain
sebagainya). Dengan metode trend akan dihasilkan E(Ri) = 0,35%.
3.
Dengan metode random walk, maka
nilai return ekspektasian adalah nilai terakhir yang terjadi, yaitu E(Ri) =
0,25%.
c. Berdasarkan
Model Return Ekspektasian
Model-model untuk
menghitung return ekspektasian sangat dibutuhkan. Sayangnya tidak banyak model
yang tersedia. Model yang tersedia yang populer dan banyak digunakanadalah
single indeks
1.3
Resiko
Return dan resiko
merupakan dua hal yang tidak terpisah, karena investasi merupakan pertimbangan
dari kedua factor ini. Keduanya memiliki hubungan yang positif. Resiko sering
dihubungkan dengan penyimpangan atau deviasi yang diterima dari ekspektasian. Risiko
yang dapat menyebabkan penyimpangan tingkat pengembalian investasi dapat
dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Systematic risk
Systematic
risk disebut juga risiko pasar karena berkaitan dengan perubahaan yang
terjadi di pasar secara keseluruhan, risiko ini terjadi karena kejadian diluar
kegiatan perusahaan, seperti :
Risiko
inflasi
Inflasi akan
mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan
dengan inflasi dapat menurunkan hasil dari investasi tersebut.
Risiko
nilai tukar mata uang (kurs)
Perubahan nilai
investasi yang disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing menjadi risiko dalam
investasi.
Risiko
tingkat suku bunga
Jika
suku bunga naik maka return investasi yang terkait dengan suku bunga,
misalnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) akan naik ini dapat menarik
minat investor saham untuk memindahkan dana ke Sertifikat Bank Indonesia,
sehingga banyak yang akan menjual saham dan harga saham akan turun oleh karena
itu perubahan suku bunga akan mempengaruhi variabelitas return suatu investasi.
Systematic risk
disebut juga undiversible risk karena risiko ini tidak dapat dihilangkan atau
diperkecil melalui pembentukan portofolio.
2. Unsystematic
risk
Unsystematic
risk merupakan risiko spesifik perusahaan karena tergantung dari kondisi
mikro perusahaan. Contoh unsystematic risk antara lain : risiko
industri, operating laverage risk dan lain-lain. Risiko ini dapat
diminimalkan dengan melakukan diversifikasi investasi pada banyak sekuritas
dengan pembentukan portofolio, unsystematic risk disebut
juga diversible risk.
1.4
Hugungan
antara Return Ekspektasi dengan Resiko
Return ekspektasi dan resiko memiliki
hubungan yang positif. Semakin besar resiko suatu sekuritas, semakin besar
return yang diharapkan. Untuk return realisasi, hubungan positif tidak dapat
terjadi. Maka jika investor menginginkan return yang lebih tinggi, ia harus
menanggung resiko yang tinggi pula. Obligasi pemerintah mempunyai resiko yang
lebih tinggi dibandingkan dengan SBI. Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
mempunyai resiko yang lebih tinggi dari obligasi pemerintah, sehingga return
yang diharapkan juga akan lebih tinggi. Sedangkan saham lebih beresiko daripada
obligasi perusahaan , karena harganya saham yang sering berfluktuasi. Pemegang
waran dan opsi menanggung resiko yang besar yaitu resiko kehilangan. Namun yang
lebih beresiko dari opsi dan waran adalah future karena hasilnya tidak penuh
ketidakpastian di masa depan.
No comments:
Post a Comment