Tuesday, 21 November 2017

Auditing & Profesi Akuntan Publik


Auditing & Profesi Akuntan Publik

1.1              Difinisi audit

Definisi Auditing

“Report of the Committee on Basic Auditing Concepts of the American Account Association” (Accounting Review, vol.47) memberikan definisi auditing sebagai :

“suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi – asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi – asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil – hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan”.

Beberapa ciri penting yang ada dalam definisi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut ;

a.   Suatu proses sistematisberupa serangkaian langkah atau prosedur yang logis, terstruktur, dan terorganisir.

b.   Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif berarti memeriksa dasar asersi serta mengevaluasi hasil pemeriksan tersebut tanpa memihak dan berprasangka, baik untuk atau terhadap perorangan (atau entitas) yang membuat asersi tersebut.

c.    Asersi tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi merupakan representasi yang dibuat oleh perorangan atau entitas. Asersi ini merupakan subjek pokok auditing. Asersi meliputi informasi yang dimuat dalam laporan keuangan, laporan operasi intern, dan surat pemberitahuan pajak (SPT).

d.   Derajat kesesuaian menunjuk pada kedekatan dimana asersi dapat diidentifikasi dan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Ekspresi kesesuaian ini dapt berbentu kuantitas, seperti jumlah kekurangan dana kas kecil, atau dapat juga berbentuk kualitatif, seperti kewajaran (atau keabsahan) laporan keuangan.

e.    Kriteria yang telah ditetapkanadalah standar – standar yang digunakan sebagai dasar untuk menilai asersi atau pernyataaan. Kriteria dapat berupa peraturan – peraturan spesifik yang dibuat oleh badan legislative, anggaran atau ukuran kinerja lainnya yang ditetapkan oleh manajemen,  (GAAP = prinsp – prinsip yang Akuntansi yang Berlaku Umum) yang ditetapkan  oleh Financial Accounting Standards Board (FASB = Badan Standar Akuntansi Keuangan) serta badan – badan pengatur lainnya.

f.     Penyampaian hasil diperoleh melalui laporan tertulis yang menunjukkan derajat kesesuaian antara asersi dan kriteria yang telah ditetapkan.

Pihak – pihak yang berkepentinganadalah mereka yang menggunakan (atau mengandalkan) temuan – temuan auditor. Dalam lingkungan bisnis, mereka adalah para pemegang saham, manajemen, kreditor, kantor pemerintah, dan masyarakat luas.





1.2              Propesi Akuntan Pablik

Menurut catatan seorang ahli sejarah akuntansi, dikatakan bahwa, “asal usul auditing dimulai jauh lebih awal dibandingkan dengan asal usul akuntansi. Ketika kemajuan peradaban membawa pada kebutuhan akan adanya orang yang dalam batas tertentu dipercaya untuk mengelola harta milik orang lain, maka dipandang patut untuk melakukan pengecekan atas kesetiaan orang tersebut, sehingga semuanya akan menjadi jelas”.

        Pada awalnya, audit terhadap perusahaan harus dilakukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang bukan merupakan pejabat perusahaan, serta mereka yang ditunjuk oleh pemegang saham lainnya sebagai perwakilan pemegang saham. Profesi akuntansi segera bangkit dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar serta perundangan yang segera direvisi, sehingga memungkinakn orang yang bukan pemegang saham dapat melkukan audit. Hal ini mendorong munculnya berbagai formasi kantor audit.

Bangkitnya Profesi Auditor di A.S.

        Pada tahun 1896, Negara bagian New York menjadi yang petama dalam pembuatan perundangan yang mengatur lisensi CPA. Pada tahun 1921, empat puluh delapan Negara bagian telah menerbitkan perundangan serupa. Pada tahun 1917, American Institute of Accountants didirikan.. institute tersebut kemudian berganti nama menjadi American Institute of Certified Public Accountants (AICPA).

        Selama awal tahun 1900-an, permintaan audit menigkat demikian besar sebagai akibat pertumbuhan kepemilikan public yang sangat cepat ataas sekuritas perusahaan. Bersamaan dengan itu, adanya kebutuhan akan pelaporan keuangan yang seragam menjadi semakin jelas.

        Pada tahun 1932, New York Stock Exchange (NYSE) mengesahkan persyaratan yang mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar mendapatkan sertifikat audit dari CPA independen. Terbitnya Securities Art pada tahun 1933 serta Securities Exchange Art  pada tahun 1934, lebih meningkatkan permintaan kan jasa audit untuk perusahaan – perusahaan yang dimiliki public.

        Pada tahun 1940-an secara perlahan telah terjadi tiga perubahan penting atas praktif audit, yaitu :

1.   Suatau pergeseran dari verifikasi rinci atas akun –akun menjadi penarikan sampel atau pengujian sebagai dasar untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.

2.   Pengembangan praktik mengaitkan pengujian yang akan dilakukan pada evaluasi auditor atas pengendalian intern perusahaan.

3.   Mengurangi penekanan atas deteksi kecurangan sebagai tujuan audit.



Selama tahun 1980-an, pengetahuan yang diperlukan pada semua bidang tumbuh cepat. profesi akuntan publik mengambil langkah lain untuk meyakinkan tinginya mutu jasa profesional. Profesi akuntan juga mengembangkan standar atestasi baru.

Pada tahun 1990-an dimulailah tahap transisi untuk industri akuntansi dan auditing. Saat itu praktik bisnis sedang berubah cepat, dan teknologi informasi memberikan dampak yang besar pada akuntansi. Teknologi telah menyediakan lebih banyak informasi bagi para pembuat keputusan.



Memandang ke Depan    

Para auditor telah mengembangkan reputasi untuk menjadi ahli dalam akuntans keuangan dan juga ahli dalam memahami faktor – faktor kunci untuk bersaing dalam bisnis atau industri. Pada tahun – tahun terakhir ini, AICPA telah melaksanakan dua proyek yang meberikan pandangan masa depan bagi profesi di abad kedua puluh satu.

        Pertama, AICPA menjadi sponsor pada proyek Visi CPA. Oleh karena perusahaan, pemerintah, dan perorangan dipaksa untuk mempercepat perubahannya sendiri, amaka mereka memerlukan CPA sebagai tempat bergantung untuk bertahan atau keluar dari keadaan itu.

        Kedua, AICPA membentuk Special Comitte on Assurance Services untuk memberikan rekomendasi yang lebih luas pada jasa berbasis pasar dalam mengisi kesenjangan pasar guna memperbaiki pengambilan keputusan jasa yang dibangun atas reputasi yang didapat oleh para auditor berupa pengetahuan bisnis, integritas, dan objektivitas.



1.3              Jasa yang Dilaksanakan Kantor CPA



Gambar 1.4 Bidang jasa CPA
















“Assurance Services adalah jasa profesional independen yang mampu meningkatkan mutu informasi, atau konteksnya, untuk kepentingan para pengambil keputusan.”



        Auditing adalah salah satu jasa kunci yang termasuk dalam lingkup luas assurance services. Kenyataannya, jasa audit telah menjadi dasar di mana lingkup yang luas dari jasa atestasi dan assurance services sedang dikembangkan. Berikut adalah pembahasan tentang aspek-aspek kunci dari assurance services.

        Salah satu aspek kunci tersebut adalah konsep independensi. Para pengguna jasa sangat mengandalkan independensi CPA serta dapat menarik manfaat yang benilai dari kenyataan bahwa CPA bersifat tidak memihak dan objektif.

        Konsep jasa profesional meliputi aplikasi pertimbangan profesional, yang merupakan ciri unik yang dibawa CPA dalam perikatan. Meskipun kemajuan teknologi informasi dapat mempercepat pengumpulan atau analisis data, namun teknologi tersebut tidak dapat menggantikan pertimbangan profesional seorang praktisi.

        Assurance services meningkatkan mutu informasi dengan cara meningkatkan keandalan atau relevansinya. Komite khusus tersebut memberikan devinisi keandalan dan relefansi sebagai berikut.

a.    Keandalan meliputi penyajian yang jujur, netralitas, konsistensi antarperiode.

b.   Relevansi meliputi dapat dipahami, dapat diperbantingkan dengan entitas lain, dapat digunakan, dan kelengkapan.



Beberapa contoh assurance services adalah sebagai berikut:

1.      Jasa penilaian risiko, di mana CPA dapat meningkatkan mutu informasi risiko untuk para pengambil keputusan internal melalui penilaian independen mengenai kemungkinan suatu peristiwa atau tindakan dan berpengaruh buruk pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan bisnis serta melaksanakan strateginya dengan berhasil.

2.      Jasa penilaian kinerja berfokus pada pemberian keyakinan berkenaan dengan penggunaan ukuran-ukuran keuangan dan nonkeuangan oleh organisasi untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi kegiatan.

3.      Assurance perawatan lansia merupakan jasa potensial di mana para CPA dapat menyediakan jaya yang bernilai bagi anggota keluarga dengan cara memberikan keyakinan bahwa tujuan pemeliharaan dapat tercapai untuk para anggota keluarga berusia lanjut yang tidak lagi dapat mandiri sepenuhnya. Tujuan jasa ini adalah untuk memberikan pihak ketiga (anak, anggota keluarga, atau piha lain yang berkepentingan) bahwa kebutuhan para lansia dapat terpenuhi.

Jasa Akuntansi dan Komplikasi

        Kantor CPA mungkin mendapat tugas dari klien untuk melaksanakan jasa akuntansi (accounting services) yang beragam. Termasuk dalam jasa ini adalah menyusuk pembukuan manual ataupun yang telah diotomatisasi, membuat jurnal, membukukan ayat jurnal penyesuaian, serta menyiapkan dan menyusun laporan keuangan. Yang terakhir juga dikaitkan dengan jasa komplikasi (compilation services). Ketika CPA melakukan kompilasi atas seberkas laporan keuangan, CPA tidak memberikan keyakinan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai GAAP.



Jasa Atestasi

Jasa atestasi (attest services) merupakan salah satu jasa di mana kantor CPA mengeuarkan komunikasi tertulis yang menyatakan suatu kesimpulan tentang keandalan asersi tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain. Selanjutnya jasa atestasi ini dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu audit, pemeriksaan, review, dan prosedur, seperti berikut ini.

Audit

        Contoh utama dari jasa audit (audit services) adalah audit laporan keuangan. Jenis audit ini meliputi upaya memperoleh dan mengevaluasi bukti yang mendasari laporan keuangan historis yang memuat asersi  yang bibuat oleh menejmen entitas. Berdasarkan audit tersebut, CPA memberikan pernyataan pendapat “positif” tentang apakah laporan tersebut telah menyajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Perhatikan bahwa istilah “positif” berarti pasti atau yakin, termasuk juga untuk keadaan yang kurang menguntungkan, yaitu ketika bukti-bukti yang diperoleh dalam audit telah membawa CPA pada suatu kesimpulan yang positif (pasti) bahwa laporan tidak sesuai dengan GAAP. Fokus utama dari audit adalah menyajikan satu berkas laporan keuangan tahunan yang menyertai suatu laporan audit tahunan kepada investor dan pengguna lain.





Pemeriksaan

        Istilah pemerikasaan (examination) digunakan untuk menguraikan jasa lain yang muncul dalam pernyataan positif suatu pendapat tentang kesesuaian asersi yang dibuat oleh pihak lain dengan kriteria yang telah ditetapkan. Contoh pemeriksaan meliputi pemeriksaan:

1.          Laporan keuangan prospektif (bukan historis),

2.          Asersi manajemen tentang efektivitas struktur pengendalian intern entitas, dan

3.          Keputusan entitas terhadap perundangan dan peraturan tertentu.



Review

        Jasa review (review services) terutama terdiri dari permintaan keterangan dari manajemen entitas serta anaisis korporatif atas informasi keuangan. Tujuan review  adalah untuk memberikan “keyakinan negatif” sebagai lawan dari pernyataan positif yang diberikan pada suatu audit. Dengan demikian, daripada menyatakan “tidak menyajikan secara wajar sesuai GAAP”, suatu laporan yang dibuat berdasarkan review laporan keuangan akan menyatakan bahwa pe-review “tidak mendaoatkan adanya modifikasi material yang harus dibuat dalam laporan keuangan agar sesuai dengan GAAP.

Prosedur yang Disepakati

        Lingkup kerja dalam melaksanakan prosedur yang disepakati (agreedupon procedures) juga lebih sempit dibandingkan dengan jasa audit dan jasa pemeriksaan. Untuk jenis jasa ini, kantor CPA dapat menerbitkan suatu “ringkasan temuan”.













Jasa – Jasa Lain

        Jenis utama jasa-jasa lain yang diberikan oleh kantor CPA adalah jasa teknologi, koonsultasi manajemen, perencanaan keuangan, serta jasa internasional. Ciri umum dari jasa-jasa ini adalah bahwa jasa ini tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negative, ringkasan temuan, atau bentuk lain dari keyakinan. Namun demikian, jasa-jasa ini dapat diberikan oleh kantor CPA yang sama yang sedang melaksanakan audit.



Jasa Teknologi

        CPA memberikan jasa teknologi (technology services) dalam bentuk analisis sitem, manajemen informasi, serta pengamanan sistem. Para CPA adalah tenaga yang ahli dalam mengevaluasi pengendalian intern entitas serta telah mengembangkan keahliannya dalam membantu klien untuk merancang sistem informasi dan pengendalian, sistem untuk mendukung perencanaan keuangan, sistem untuk mendukung kebutuhan pengambilan keputusan lainnya, serta membuat rekomendasi untuk meningkatkan pengamanan sistem.



Konsultasi Manajemen

        Dalam melaksanakan jasa konsultasi manajemen (management consulting services), para praktisi mendayagunakan keahlian teknis, pendidikan, dan pengalaman mereka untuk memebrikan nasihat dan bantuan teknis kepada klien. Jasa ini dapat membantu klien untuk meningkatkan penggunaan kemampuan dan sumberdaya mereka dalam mencapai tujuan. Proses konsultasi meliputi perumusan masalah atau peluang, mencari fakta, mengevaluasi alternatif, merumuskan rencana tindakan, mengkomunikasikan hasil, menerapkan rencana tindakan, serta tindak lanjut. Namun konsultan CPA independen harus berhenti sesaat sebelum manajemen membuat keputusan.







Perencanaan Keuangan

        Jasa perencanaan keuangan (financial planning services) meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan pajak dan analisis laporan keuangan untuk menyusun struktur portofolio investasi serta transaksi keuangan yang kompleks untuk bisnis.



Internasional

         Dengan bertumbuhnya perniagaan secara elektronik (e-commerce), banyak perusahaan yang berurusan dengan aspek internasional dari bisnis mereka yang beberapa tahun sebelumnya tak pernah terbayangkan. CPA menyediakan beragam jasa intenasional (international services) seperti perencanaan pajak lintas batas, atau bantuan dalam penyusunan merger maupun kerja sama multinasional.




No comments:

Post a Comment

SAMPLING AUDIT

1.1              Definisi dan Tujuan Sampling Audit Ikatan Akuntansi Indonesia melalui Standar Profesional Akuntan Publik Seksi 35...