BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Dalam
menjalankan aktivitas usahanya, setiap perusahaan baik yang bergerak dalam
bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh
keuntungan. Selain itu juga perusahaan ingin memberikan kepuasan kepada
konsumen atas produk yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak
ukur atas keberhasilan yang diperoleh perusahaan dalam menghasilkan produk yang
berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Untuk mencapai
pemasaran yang tepat dan efektif yang harus diterapkan perusahaan salah satunya
adalah dilihat dari cara pemasarannya. Hal tersebut penting karena cara
pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam memilih suatu
produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen,
maka perusahaan tersebut akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring
konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran merupakan salah
satu ilmu yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini
pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan
di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan metode pemasaran yang tepat
untuk menentukan keberhasilan atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila
metode yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan
baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.
1.2. RUMUSAN MASALAH
a.
Apa yang dimaksud dengan pemasaran ?
b.
Apa yang dimaksud dengan manajemen dan organisasi ?
1.3. TUJUAN PEMBAHASAN
a. Diharapkan mahasiswa mengerti akan
pemasaran
b. Diharapkan mahasiswa mengerti akan
manajemen dan organisasi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pemasaran
Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan
keinginan konsumen, menghasilkan barang atau jasa, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa. Atau suatu kegiatan yang
mengusahakan agar produk yang dipasarkannya itu dapat diterima dan disenangi
oleh pasar. Ada beberapa aspek pemasaran yang bisa membantu suksesnya proses berwirausaha yang perlu diketahui diantanya
yaitu sebagai berikut :
1.
Rencana pemasaran
(marketing plan)
Sebelum menyusun marketing plan maka wirausaha harus
mengetahui seluk beluk atau konsep-konsep pemasaran dan segala informasi telah
dikumpulkan, maka seorang wirausaha baru menulis marketing plannya.
Untuk menyusun marketing plan maka perlu dijawab tiga
pertanyaan berikut:
1.
Where have we been ?
2.
Where do we wan to go?
3.
How do we get there (Hisrich-Peters, 1905: 139)
Pertanyaan di atas perlu diidentifikasi dan dijawab dari
mana kita berangkat? Untuk itu harus diperhatikan latar belakang perusahaan,
kekuatan dan kelemahan perusahaan, bagaimana keadaan persaingan, serta
bagaimana peluang dan kendala yang dihadapi.
Kemudian kemana arah yang dituju? Disini perlu ditetapkan
sasaran marketing untuk masa yang akan datang.
Lalu bagaimana mencapai sasaran itu? Disinilah perlu
ditetapkan strategi pemasaran. Mungkin juga perlu dilakukan penelitian
pemasaran. Anggaran belanja perlu disiapkan untuk pelaksanaan rencana ini.
2.
Menyusun marketing plan
Format marketing plan tentu tidak sama pada semua
perusahaan, karena kegiatan uasahanya berbeda. Akan tetapi, yang penting adalah
core strategy-nya, marketing plan memuat hal-hal sebagai berikut:
1.
Analisis situasi (S.W.O.T)
2.
Tujuan pemasaran (marketing objectives)
3.
Strategi inti (core strategy)
4.
Jadwal pelaksanaan (action plan)
5.
Anggaran pemasaran (marketing budget)
6.
Kontrol (control)
3.
Analisis (S.W.O.T)
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses),
peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dalam suatu
spekulasi bisnis. Yang dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths)
mampu mengambil keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada,
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan
dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths)
mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan yang terakhir adalah
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat
ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan ancaman baru.
4.
Konsep A I D A + S
Didalam setiap kegiatan bisnis harus diusahakan agar
wirausahawan memprhatikan konsep AIDA+S.
AIDA+S merupakan singkatan dari :
A = Attention I = Interest D = Desire A = Action S = Satisfaction
Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan yang
dilaksanakan oleh bisnis ysng dapat menarik hati konsumen/langganan. Pertama
kali konsumen berhubungan dengan perusahaan tertentu muncul terlebih dahulu
perhatian (Attention) misalnya pada saat konsumen lewat didepan sebuah toko.
Konsumen tersebut memperhatikan satu jenis barang yang dipajangkan dietalase
toko. Kemudian konsumen tersebut timbul minatnya (Interest), lalu dia masuk ke
dalam toko. Setelah masuk kedalam toko dia masuk mencari pelayan dan minta
diambilkan barang yang dia ingini. Ini berarti keinginannya (Desire) makin
meningkat. Kemudian dia menanyakan berapa harganya, lalu tawar-menawar, cocok
harga, langsung dibayar di kas (Action). Setelah barang dibawa pulang ke rumah
lalu dipakai (seandainya bentuk pakaian atau dimakan dalam bentuk makanan.
Setelah barang tersebut dikonsumsi maka muncul dua keinginan konsumen tersebut
puas atau tidak puas.
5. Wirausaha Harus
Melaksanakan Konsep Pemasaran
Ada lima konsep
yang berkembang yaitu konsep produksi (production consept), Konsep produk
(product consept), konsep penjualan (selling cosept), konsep pemasaran
(marketing consept), konsep sosial (sosietal consept).
Konsep
dalam pemasaran :
1.
Konsep Produksi (Production Consept)
Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan, bahwa
konsumen ingin produk yang harga murah dan mudah didapatkan dimana-mana,.
Produsen yang menganut konsep ini, akan membuat produksi secara massal,
menekankan biaya dengan efisiensi tinggi, sehingga harga pokok pabrik bisa
ditekan dan harga jual lebih rendah dari saingan.
2.
Konsep Produk (Product Consept)
Pada saat barang masih langka di pasar, maka produsen
memusatkan perhatian pada teknis pembuatan produk saja. Produsen belum
memperhatikan selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to please
onself, hanya menuruti bagaimana selera prosusen sendiri. Produsen hanya
melihat kecermin, tidak melihat jendela. Orang melihat cermin hanya
memperhatikanwajahnya saja, yaitu ia membuat barang yang cocok dengan
kemauannya. Lain halnya dengan melihat jendela, berarti melihat orang yang
berada di luar/di jalan, produsen memperhatikan orang lain.
3.
Konsep Penjualan (Selling Cosept)
Disini produsen membuat barang, kemudian harus menjual
barang itu, denagn berbagai teknik promosi. Hal yang penting disini ialah
adanya kegiatan promosi secara meksimal. Paham dari konsep ini aialah, konsumen
pasti akan mau membeli barang, bila mereka dirangsang untuk membeli. Promosi
besar-besaran adalah merupakan ciri khas dari selling concept.
4.
Konsep Pasar (Marketing Consept)
Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan
konsumen, tetapi juga memperhatikan apa keinginan konsumen. Konsumen tidak
hanya sekedar membeli fisik barang, tetapi yang mengharapkan sesuatu dari
barang itu, ini yang disebut dengan wants, yaitu ada sesuatu yang lain yang
diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika ini dapat dipuaskan, maka
kegiatanmerketing perusahaan akan mencapai sukses.
5.
Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial
(Sosial Concept) Responsibility
Artinya konsep marketing yang berwawasan sosial adalah
konsep yang berusaha memenuhi kebutuhan keinginan dan minat konsumen sehingga
dapat memenuhi kepuasan konsumen secara efisien dan efektif dan membuat
kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
6.
Tiga Komponen Marketing Consept
Sasaran utama marketig konsept ialah kepuasan konsumen.
Untuk mencapai sasaran tersebut, ada tiga komponen penting yaitu cutomer needs
and wants, organizationally integrated marketing strategi and goals (Bygrave
1994:68). Inti dari marketing konsep ini ialah bukan membuat konsumen mengikuti
keinginan produsen, tapi sebaliknya mengharuskan produsen memahami dan berusaha
mengikuti selera konsumen.
Marketing mulai dengan pertanyaan apakah yang ingin
dibeli oleh konsumen? Jawabannya adalah kepuasan. Konsumen mencari nilai dan
terpenuhi keinginannya.
Komponen kedua yang membentuk marketing consept ialah organisasi
yang terintegrasi, yang utuh. Walaupun bisnis sudah bertumbuh dari hanya
beberapa orang pendiri telah memiliki ratusan karyawan, namun harus tetap satu
arah yaitu customer focus. Semua orang dari segala bidang, harus mempunyai
pandangan sama, langsungatau tidak langsung harus selalu membuat konsumen
mempunyai persepsi yang baik terhadap perusahaan. Langkah-langkah yang agak
filosofis ini memberikan fondasi yang kuat untuk mengembangkan customer
oriented, dalam sebuah organisasi perusahaan.
Komponen ketiga ialah goal achievement. Memang
tujuan perusahaan ialah meningkatkan volume penjualan, tapi jangan hanya
menekankan penigkatan volume, juga harus membuat kegiatan marketing lebih
efektif yang menunjang terhadap penjualan yang menguntungkan. Tujuannya lainnya
ialah meningkatkan image terhadap perusahaan, dan memprluas marketing share.
Untuk mengimplementasikan marketing consept, maka
perusahaan harus memiliki informasi yang lengkap tentang keinginan konsumen,
agar produk yang dijual cocok dengan selera konsumen dan dapat terjual dengan
sendirinya. Sekarang ini konsumen jauh beda denagn konsumen zaman dulu. Mereka
sekarang ini sangat sensitif terhadap berbagai hal, seperti model, kualitas,
harga, tempat belanja, layanan, dsb. Mereka ingin dilayani cepat dan lebih
baik, jika tidak mereka akan lari kepenjual lain.
7.
Mengutamakan Pelanggan
Untuk menjaga kepuasan pelanggan tersebut meka perusahaan
mencoba melakukan apa yang disebut dengan integrated marketing (pemasaran
terpadu). Philip Kotler, (1997:23) menyatakan bahwa : When all the company’s
departmen work together to serve the customer’s interests, the result is
integrated marketing. Jadi integrated marketing ini berarti suatu keterpaduan
diantara para karyawan secara bersama-sama ,memberikan pelayanan yang memuaskan
kepada konsumen. Oleh sebabitu, seorang pemimpin perusahaan (seorang wirausaha)
harus membanahi, mendidik para karyawannya agar semuanya mempunyai arah, sikap,
sasaran untuk memuaskan konsumen.
8.
Strategi
Pemasaran
Strategi pemasaran adalah meilih dan menganalisa pasar
sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan
dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan
pasar sasaran tersebut.
Perusahaan perlu menetapkan strategi dasar atau disebut grand
strategy atau strategi inti. Jika grand strategi ini sudah benar maka
diharapkan perusahaan dapat menguasai market share yang luas ataupun market
position yang mantap. Dalam menyusun strategi pemasaran ada
dua variabel utama yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
1.
Variabel yang dapat dikontrol
2.
Variabel yang tidak dapat dikontrol oleh pengusaha.
A.
Variabel yang dapat dikontrol oleh
wirausahan adalah:
1.
Marketing segmentation
Di sini pengusaha harus menetapkan strategi arah sasaran
dari pemasrannya. Apakah sasaran pemasarannya ditujukan ke seluruh lapisan
masyarakat konsumen, atau hanya menetapkan segmen pasar tertentu saja.
Ada berbagi cara untuk menyusun segmen pasar, antara
lain:
1.
Berdasarkan Geografis
Dalam hal ini
pasar dapat di pilah-pilah berdasarkan kebangsaan, propinsi, kota, dan
sebagainya.
2.
Berdasarkan Demografis
Dalam hal ini
pasar di bagi atas variabel-variabel jenis kelamin, umur, jumlah anggota
keluarga, pendapatan, jabatan, pendidikan, agama, suku, dan sebagainya.
3.
Berdasarkan Psikografis
Dalam hal ini
pasar dipilah-pilah berdasarkan kelompok-kelompok kelas social, gaya hidup,
keprbadian.
4.
Berdasarkan Perilaku
Segmentasi ini
berdasarkan atas pegetahuan, sikap, pemakaian atau tanggapan konsumen terhadap
suatu produk, untuk membentuk segmentasi perilaku ini maka perlu
dipertimbangkan faktor-faktor berikut:
a.
Kejadian
: maksudnya kapan permintaan terhadap sesuatu.
b.
Manfaat
: tentang manfaat masyarakat membeli suatu produk.
c.
Status
pemakai : pemakai pertama kali, pemakai tetap, atau pemakai potensial dari
suatu produk.
d.
Tingkat
pemakaian : kelompok pemakai ringan, sedang, dan pemakai berat.
e.
Kesetiaan
: kesetiaan kelompok masyarakat tertentu terhadap merek tertentu, sifat
kesetiaan ini harus diciptakan oleh para pengusaha
2.
Market Budget
Strategi penetapan jumlah dana untuk kegiatan marketing
sangat mempengaruhi keberhasilan pemasaran. Pada umumnya bila dana bertambah
untuk kegiatan marketing maka jumlah penjualan meningkat. Namun tidak selalu
demikian, bahwa peningkatan dana kegiatan marketing tidak otomatis akan
meningkatkan jumlah penjualan. Berapa besarnya jumlah anggaran belanja
marketing, sangat tergantung pada barang yang dipasarkan, dan sesuai pula
dengan pengalaman pengusaha.
3. Timing
Di sini para pengusaha harus menjaga waktu, kapan ia
harus melancarkan pemasaran barang-barangnya, atau kapan sebuah toko atau
restoran harus dibuka. Di sinilah letaknya ungkapan Time is Money, waktu
itu adalah uang, siapa dulu ia dapat. Jika kita sudah mulai, kita tidak boleh
lengah terhadap kemungkinan masuknya saingan baru, dengan cara selalu menjaga
mutu barang, pelayanan, dan sebagainya.
4. Marketing Mix
Marketing Mix berarti bauran pemasaran yaitu kegiatan
mengkombinasikan berbagai kegiatan marketing agar dicapai kombinasi maksimal
dan hasil yang memuaskan. Ada 7 elemen yang menjadi komponen marketing mix,
yang di kenal dengan 7P, elemen 7P ini terdiri atas 4P tradisional berlaku
untuk pemasaran barang dan 3P lagi tambahan untuk pemasaran jasa.
P1 = Product
Produk adalah merupakan titik sentral dari kegiatan
marketing, jika marketing tidak diikuti oleh produk yang bermutu dan disenangi
oleh konsumen maka kegiatan marketing mix ini tidak akan berhasil. Oleh sebab
itu perlu diteliti produk apa yang akan dipasarkan bagaimana selera konsumen
masa kini perlu mendapat perhatian yang serius.
P2 = Price
Maslah kebijakan harga turut menentukan keberhasilan
pemasaran produk, harga yang dimaksud di sini bukan berarti harga yang murah
saja ataupun harga tinggi akan tetapi yang dimaksudkan adalah harga yang tepat.
P3 = Place = Saluran distribusi
Sebelum produsen memasarkan produknya, maka sudah ada
perencanaan tentang pola distribusi yang akan dilakukan. Di sini penting sekali
perantara dan pemilihan saluran distribusinya. Perantara ini adalah sangat
penting karena dalam segala hal merekan berhubungan dengan konsumen.
P4 = Promotion
Anntara promosi dan produk, tidak dapat dipisahkan, ini
dua sejoli yang saling brangkulan untuk suksesnya pemasaran. Di sini ada
keseimbangan, produk baik, sesuai dengan selera konsumen, di barengi dengan
teknik promosi yang tepat akan sangat membantu suksesnya usaha marketing.
P5 = People
Adalah unsur orang/manusia yang melayani terutama dalam
perusahaan yang menjual jasa.
P6 = Physical Evidence
Artinya bukti fisik yang dimiliki oleh perusahaan jasa.
P7 = Process
Yaitu bagaimana proses dilakukan sampai jasa yang diminta
oleh konsumen diterima secara memuaskan.
B.
Variabel yang tidak dapat dikontrol
oleh pengusaha adalah:
1.
Keadaan persaingan
Adalah sulit
bagi seorang pengusaha meramalkan kapan akan muncul saingan baru dalam produk
yang sama.
2.
Perkembangan teknologi
Kapan akan
muncul teknologi baru yang membuat proses produksi lebih efisien dan lebih
bagus juga sulit diduga.
3.
Perubahan demografi
Kecendrungan
perubahan penduduk juga sulit diantisipasi karena data perubahan penduduk ini
sulit diperoleh.
4.
Kebijakan politik dan ekonomi
pemerintah
Perubahan-perubahan
peraturan pemerintah juga sulit diantisipasi oleh para pengusaha.
5.
Sumber daya alam
Adalah sulit
meramalkan kapan sumber daya alam akan habis atau kapan kapan ditemukan sumber
daya alam yang baru.
Walaupun variabel-variabel di atas dianggap sebagai
variabel yang tidak dapat di awasi, namun dalam beberapa aspek sebenarnya bisa
diramalkan atau dirasakan oleh pengusaha berdasarkan pengalaman-pengalamannya
dalam dunia bisnis selama ini.
9.
Market intelligent
Market intelligent ini termasuk dalam rangka pengumpulan
informasi pemasaran. Perusahaan harus mempunyai data yang merupakan informasi
pemasaranyang sangat dibutuhkan oleh manajer perusahaan. System informasi
pemasaran merupakan kegiatan orang-orang, peralatan dan prosedur untuk
mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi secara
tepat, akuratyang dibutuhkan oleh pembuat keputusan pemasaran. Informasi
pemasaran ini dapat diperoleh dari dalam perusahaan (internal) maupun luar
perusahaan (eksternal).
Informasi internal dapat diperoleh dari karyawan,
dokumen, catatan penjualan pada periode teretentu. Sedangkan informasi dari
luar dapat diperoleh dari berbagai sumber agen, tenaga penjual, toko pengecer,
konsumen dan lain-lain.
2.2 Manajemen dan
Organisasi
Semua bentuk
organisasi dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha
pencapaian tujuan menjadi lebih mudah.
Proses manajemen
adalah serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang terus menerus dimana
manajer terlibat sewaktu mereka merencana, mengorganisasi, mengarahkan,
mengkordinasi dan mengawasi.
Fungsi manajemen merupakan perincian dari
kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam mengelola perusahaan. Fungsi
manajemen menurut GR Jerry yang terdiri dari:
1. Planning
(Perencanaan)
kegiatan yang berhubungan
untuk mencapai tujuan. Suatu rencana yang baik harus berpedoman pada 5 W dan 1
H yaitu:
a. What:
tindakan apa yang harud dikerjakan
b. Who:
siapa yang akan mengerjakan tindakan itu
c. Where:
dimana tindakan itu dilaksanakan
d. When:
kapan tindakan itu dilaksanakan
e. Why:
apakah sebabnya tindakan itu dilaksanakan
f.
How: bagaimana caranya melakukan tindakan
itu
2. Organizing
(Pengorganisasian)
Kegiatan yang berhubungan
dengan mengatur manusia atau karyawan atau pegawai.
3. Actuating
(Penggerakan)
Kegiatan yang berhubungan
dengan memotivasu atau memberi semangat kepada karyawan atau pegawai.
4. Controlling
(Pengawasan)
Kegiatan yang berhubungan
dengan mengendalikan atau mengawasi setiap pekerjaan serta melakukan tindakan
koreksi.
Ciri-ciri
manajer professional
Seorang manajer
profesional adalah seorang yang hidup dari profesinya sebagai manajer, bukan
manajer amatiran atau bekerja sambilan. Seorang manajer profesional tentunya
diharapkan betul-betul melaksanakan tugasnya layaknya seorang profesional dalam
bidang lainnya dan mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang tinggi untuk
mencapai keberhasilannya. Keterampilan manajemen yang dibutuhkan adalah :
a. Keterampilan
Konseptual
b. Keterampilan
berhubungan dengan orang lain
c. Keterampilan
teknik
d. Keterampilan
manajemen waktu
e. Keterampilan
membuat keputusan
Organisasi
Organisasi
merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui
pelaksanaan fungsi-fungsi menajemen yang dilakukan seorang pemimpin dengan
organisasi. Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada organisasi terutama
struktur organisasi yang dianut.
Menurut Boone
dan Katz, Organisasi adalah suatu proses bersusun yang orang-orangnya
berinteraksi untuk mencapai tujuan. Definisi organisasi mencakup 3 elemen
pokok:
1. Interaksi manusia
1. Interaksi manusia
2. Kegiatan yang
mengarah kepada tujuan
3. Struktur
organisasi itu sendiri
Bentuk-bentuk
organisasi
1. Organisasi
lini/garis
Organisasi yang
didalamnya terdapat wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara
atasan ke bawahan.
Ciri-ciri organisasi ini:
a. Karyawan sedikit
b. Manajer hanya sebagai
pelaksana
c. Sarana dan alatnya
terbatas
d. hubungan atasan dan
bawahan bersifat langsung
e. Pemilik perusahaan
adalah sebagai top manajer
2. Organisasi
fungsional
Suatu organisasi
dimana wewenang dari pemimpin tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang
mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang
mempunyai keahlian khusus.
Ciri-ciri
organisasi ini:
a.
Organisasi kecil
b.
Didalamnya terdapat kelompok-kelompok
kerja staff ahli
c.
Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
d.
Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
e.
Pengawasan dilakukan secara ketat
3. Organisasi
lini dan staff
Suatu organisasi
dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara bertikal.
Ciri-ciri organisasi ini:
Ciri-ciri organisasi ini:
a.
Hubungan atasan dan bawahan tidak
seluruhnya secara langsung.
b.
Karyawan banyak
4 Organisasi
fungsional dan garis
Bentuk organisasi dimana
wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kelapa bagian dibawahnya
yang mempunyai keahlian tertentu.
Ciri-ciri organisasi ini:
Ciri-ciri organisasi ini:
a.
Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok
dan bantuan
b.
Spesialisasi secara praktis pada pejabat
fungsional
c.
Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang
tidak membedakan perbedaan tingkat eselon
5. Organisasi
matrik
Organisasi matrik disebut
juga organisasi proyek yaitu organisasi dimana penggunaan struktur organisasi
menunjukan kepada spesialis yang mempunyai keterampilan dimasing-masing bagian
dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu
proyek yang harus diselesaikan. Organisasi ini digunakan khusunya dibidang
penelitian dan pengembangan.
6. Organisasi
komite
Bentuk organisasi dimana
tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh
sekelompok pejabat.
Organisasi ini terdiri
dari:
a. Pemimpin komite
b. Staff
komite
Prinsip-prinsip organisasi
1. Perumusan
tujuan harus jelas
2. Pembagian
kerja
3. Delegasi
kekuasaan
4. Rentang
kekuasaan
5. Tingkat
pengawasan
6. Kesatuan
perintah dan tanggung jawab
7. Koordinasi
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dalam melakukan kegiatan pemasaran atau marketing,
sebelum seorang wirausaha terjun ke lapangan maka terlebih dahulu seorang
wirausaha tersebut menyusun rencana pemasaran (marketing plan) sebagai
langkah utama yang akan menuntunnya dalam proses pemasaran tersebut. Seorang
wirausahawan perlu melakukan konsep pemasaran dengan menentukan konsep mana
yang akan di gunakan, ada lima konsep pemasaran pada umunya yaitu: Konsep
Produksi (Production Consept), Konsep Produk (Product Consept), Konsep
Penjualan (Selling Cosept), Konsep Pasar (Marketing Consept), dan Konsep
Pemasaran Berwawasan Sosial (Sosial Concept) Responsibility. Selain itu pula
seorang wirausaha perlu memahai tiga komponen konsep pemasaran yaitu customer
needs and wants, organizationally integrated marketing strategi, and goals
(Bygrave 1994:68). Ketika seorang wirausahawan sudah menguasai konsep
pemasaran maka setelah itu ia harus bisa meramu strategi pemasarannya sendiri
terlebih lagi itu adalah stragi inti. Seorang wirausaha juga perlu
memperhatikan beberapa aspek dalam pemasaran baik jenis maupun metode pemasaran
seperti salah satunya yaitu market budget (anggaran pemasaran).
DAFTAR PUSTAKA
https://sites.google.com/site/manajemendanorganisasi/

